Niat Ibadah

Niat Ibadah
Atas Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Review Slide

Medical Laboratory Technology Slideshow: Budi’s trip to Surabaya, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Surabaya slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

menu

SELAMAT DATANG CALON PEMBURU

Kami menerima Anda dengan tangan terbuka untuk berbagi informasi dan pengetahuan khususnya tentang Mikroba. BERGABUNGLAH dan sumbangkan pemikiran demi kemajuan kita bersama, TULISKAN KOMENTAR, POSTING, SARAN # KRITIK KONSTRUKTIF

Lokasi Pengunjung

free counters

craftkeys

MIKROBA TAK KENAL BASA-BASI

TV One

AN TV

Rabu, 09 Februari 2011

BIAKAN URINE

BIAKAN URINE

Pemeriksaan laboratorium dan biakan urine digunakan untuk mengevaluasi infeksi saluran kemih (ISK), terutama infeksi kandung kemih. Urine dalam kandung kemih orang normal adalah steril, tetapi spesimen urine dapat mengandung berbagai organisme yang berasal dari uretra dan genitalia eksterna. Umumnya ISK disebabkan oleh satu jenis bakteri yang prevalen. Adanya lebih dari dua spesies bakteri dalam suatu spesimen sangat menyokong terjadinya kontaminasi selama pengumpulan spesimen. Suatu biakan urine yang negatif tidak selalu menyingkirkan infeksi. Diperlukan pemeriksaan kuantitatif (hitung koloni) pada biakan urine.

Tujuan
= Untuk mendiagnosis ISK
= Untuk memantau pembentukan koloni mikroorganisme setelah pemasangan kateter urine.

Persiapan pasien
-         Jelaskan pada pasien bahwa uji ini digunakan untuk mendeteksi ISK
-         Beritahu pasien bahwa uji ini memerlukan spesimen urin dan tidak diperlukan pembatasan makanan/minuman.
-         Beritahu cara mengumpulkan spesimen urin porsi tengah (midstream). Tekankan bahwa genitalia eksterna harus dibersihkan.
-         Jika harus dilakukan, terangkan tentang kateterisasi atau aspirasi suprapubik pada pasien, dan beritahu bahwa selama pengumpulan spesimen mungkin ada rasa tidak nyaman
-         Untuk pasien dengan dugaan tuberkulosis mungkin perlu pengumpulan spesimen pada tiga pagi berturut turut
-         Periksa riwayat pasien apakah ia sedang menggunakan terapi antimikroba.

Perlengkapan
Sarung tangan, wadah/pot steril, tisu antiseptik

Prosedur
-         Kumpulkan spesimen urin sebagaimana diperlukan
-         Saat mengambil spesimen dari kateter, jepit selang di bawah kantung penampung untuk mengumpulkan spesimen dalam selang tersebut, kemudian gunakan tisu antiseptik untuk membersihkan kantung penampung. Kemudian dengan menggunakan spuit dan jarum steril, isap spesimen sebanyak 4 ml dari kantung penampung, dan masukkan ke dalan wadah/pot/tabung steril.
-         Tutup wadah spesimen dengan tutup steril dan kirim segera ke laboratorium. Jika pengiriman tertunda, simpan spesimen pada 4 C, atau simpan di es, kecuali bila menggunakan wadah pengiriman yang mengandung pengawet.
-         Perintahkan kepada pasien untuk mencuci tangan, lalu membersihkan daerah genitalia dengan tisue antiseptik. Beritahu kepada pasien untuk mulai berkemih dalam toilet, lalu berhenti sejenak dan berkemih lagi ke dalam wadah steril, tanpa menyentuh bagian dalam gelas.
-         Pada formulir laboratorium, catat dugaan diagnosis, waktu dan metode pengumpulan, terapi antimikroba saat ini, serta diuresis yang diinduksi obat atau cairan.

Temuan Normal
Hasil biakan pada urine steril biasanya dilaporkan sebagai “tidak ada pertumbuhan” yang biasanya menunjukkan tidak adanya ISK

Temuan abnormal
Hitung koloni 100.000/mL atau lebih dengan satu spesies mikroba menunjukkan kemungkinan ISK. Hitung koloni kurang dari 100.000/mL bisa bermakna, bergantung pada usia pasien, jenis kelamin, riwayat serta faktor individu lainnya. Hitung koloni di bawah 10.000/mL biasanya kontaminan, kecuali pada pasien yang bergejala, pasien dengan kelainan urologi, dan pasien yang spesimen urinnya dikumpulkan secara aspirasi suprapubik. Adanya Mycobacterium tuberculosa pada uji khusus untuk bakteri tahan asam  menunjukkan tuberkulosis saluran kemih.
Ada lebih dari dua spesies organisme atau organisme vagina atau kulit biasanya menunjukkan kontaminasi, biakan harus diulang. Pemakaian kateter yang lama atau perubahan saluran kemih dapat menyebabkan infeksi polimikroba..

Faktor yang mempengaruhi hasil
-         Tidak menggunakan teknik pengumpulan spesimen yang benar
-         Tidak mengawetkan spesimen dengan benar atau tidak segera mengirimkan spesimen ke laboratorium
-         Diuresis yang diinduksi obat atau cairan dan terapi antimikroba (mungkin menurunkan jumlah koloni/mL)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar