Niat Ibadah

Niat Ibadah
Atas Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Review Slide

Medical Laboratory Technology Slideshow: Budi’s trip to Surabaya, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Surabaya slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

menu

SELAMAT DATANG CALON PEMBURU

Kami menerima Anda dengan tangan terbuka untuk berbagi informasi dan pengetahuan khususnya tentang Mikroba. BERGABUNGLAH dan sumbangkan pemikiran demi kemajuan kita bersama, TULISKAN KOMENTAR, POSTING, SARAN # KRITIK KONSTRUKTIF

Lokasi Pengunjung

free counters

craftkeys

MIKROBA TAK KENAL BASA-BASI

TV One

AN TV

Sabtu, 18 September 2010

MEDIA PERTUMBUHAN

MEDIA PERTUMBUHAN
Arti dan Fungsi Media pertumbuhan

Untuk tumbuh dan berkembang biak, seperti halnya manusia, bakteri memerlukan makanan yang mengandung gizi yang dibutuhkan.. Makanan yang diperuntukkan bagi bakteri ini umumnya dinamakan media pertumbuhan,
Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. . Di laboratorium mikrobiologi, media pertumbuhan digunakan untuk mengisolasi mikroorganisme, identifikasi dan membuat kultur murni. Komposisi media pertumbuhan dapat kita manipulasi untuk tujuan isolasi dan identifikasi mikroorganisme tertentu .

Bahan-bahan media pertumbuhan
1. Bahan dasar
. Air (H2O) sebagai pelarut
. Agar (dari rumput laut), bukan sebagai makanan bakteri karena agar sulit
didegradasi oleh mikroorganisme. Agar hanya berfungsi sebagai pemadat media.
Agar mencair pada suhu 60 oC.
Gelatin juga memiliki fungsi yang sama seperti agar. Gelatin adalah polimer asam amino yang diproduksi dari kolagen. Kekurangannnya adalah lebih banyak jenis mikroba yang mampu menguraikannya dibanding agar..
Silica gel, yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. Fungsinya juga sebagai pemadat media. Silica gel khusus digunakan untuk memadatkan media bagi mikroorganisme autotrof obligat.


2. Nutrisi atau zat makanan
Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu berupa unsur makro seperti C, H, O, N, P; unsur mikro seperti Fe, Mg dan
unsur pelikan/trace element.
. Sumber karbon dan energi yang dapat diperoleh berupa senyawa organic atau anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya. Mikroorganisme heterotrof memerlukan
sumber karbon organik antara lain dari karbohidrat, lemak, protein dan asam organik.
. Sumber nitrogen mencakup asam amino, protein atau senyawa bernitrogen lain.
Beberapa mikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea.
. Vitamin-vitamin.

3. Bahan tambahan
Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke medium dengan tujuan tertentu, misalnya :
phenol red (indikator asam basa) ditambahkan untuk indikator perubahan pH akibat produksi asam organik hasil metabolisme.
Antibiotik ditambahkan untuk menghambat pertumbuhan mikroba nontarget/ kontaminan.

4. Bahan yang sering digunakan dalam pembuatan media
. Agar, agar dapat diperoleh dalam bentuk batangan, granula atau bubuk dan terbuat dari beberapa jenis rumput laut. Kegunaannya adalah sebagai pemadat (gelling), pertama kali digunakan oleh Fraw & Walther Hesse untuk membuat media. Jika dicampur dengan air dingin, agar tidak akan larut. Untuk melarutkannya harus dsimasak dengan air. Untuk diingat : pencairan dan pemadatan agar berkali-kali atau sterilisasi yang terlalu lama dapat menurunkan kekuatan agar, terutama pada pH asam
. Peptone adalah produk hidrolisis protein hewani atau nabati seperti otot, liver, darah, susu, casein, lactalbumin, gelatin dan kedelai. Komposisinya tergantung pada bahan asalnya dan bagaimana cara memperolehnya.
. Meat extract. Meat extract mengandung basa organik terbuat dari otak, limpa, plasenta dan daging sapi.
. Yeast extract. Yeast extract terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat
alcohol. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap & vitamin (B
complex).
. Karbohidrat. Karbohidrat ditambahkan untuk memperkaya pembentukan asam amino dan gas dari karbohidrat. Jenis karbohidrat yang umum digunakan asdalah amilum, glukosa, fruktosa, galaktosa, sukrosa, manitol, dll. Konsentrasi yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0,5-1%.

Macam-Macam Media Pertumbuhan
  
1. Medium berdasarkan sifat fisik
. Medium padat yaitu media yang mengandung agar 15% sehingga setelah dingin media menjadi padat..
. Medium setengah padat yaitu media yang mengandung agar 0,3-0,4% sehingga menjadi sedikit kenyal, tidak padat, tidak begitu cair disebut media semisolid . Media semisolid biasanya dibuat dengan tujuan untuk melihat pergerakan mikroba. ke seluruh media tetapi tidak mengalami percampuran jika tergoyang, misalnya bakteri yang tumbuh pada media semisolid NfB (Nitrogen free Bromthymol Blue) akan membentuk cincin hijau kebiruan dibawah permukaan media, jika media ini cair maka cincin ini dapat dengan mudah hancur. Semisolid juga bertujuan untuk mencegah/menekan difusi oksigen, misalnya pada media Nitrate Broth, kondisi anaerob atau sedikit oksigen meningkatkan metabolisme nitrat.
. Medium cair yaitu media yang tidak mengandung agar, contohnya adalah NB (Nutrient Broth), LB (Lactose Broth).

2. Medium berdasarkan komposisi
. Medium sintesis (buatan) yaitu media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis dan takarannya secara pasti, misalnya Glucose Agar, Mac Conkey Agar.
. Medium semi sintesis yaitu media yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti, misalnya PDA (Potato Dextrose Agar) yang mengandung agar, dekstrosa dan ekstrak kentang. Untuk bahan ekstrak kentang, kita tidak dapat mengetahui secara detail tentang komposisi senyawa penyusunnya.
. Medium non sintesis yaitu media yang dibuat dengan komposisi yang tidak dapat diketahui secara pasti dan biasanya langsung diekstrak dari bahan dasarnya, misalnya Tomato Juice Agar, Brain Heart Infusion Agar, Pancreatic Extract..

3. Medium berdasarkan tujuan
. Media untuk isolasi
Media ini mengandung semua senyawa esensial untuk pertumbuhan mikroba, misalnya Nutrient Broth, Blood Agar.
. Media selektif/penghambat
Media yang selain mengandung nutrisi juga ditambah suatu zat tertentu sehingga media tersebut dapat menekan pertumbuhan mikroba lain dan merangsang pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Contohnya adalah Luria Bertani medium yang ditambah Amphisilin untuk merangsang E.coli yang resisten antibotik dan menghambat kontaminan yang peka Ampiciline
Salt broth yang ditambah NaCl 4% untuk membunuh Streptococcus agalactiae yang toleran terhadap garam.
. Media diperkaya (enrichment)
Media diperkaya adalah media yang mengandung komponen dasar untuk pertumbuhan mikroba dan ditambah komponen kompleks seperti darah, serum, kuning telur. Media diperkaya juga bersifat selektif untuk mikroba tertentu. Bakteri yang ditumbuhkan dalam media ini tidak hanya membutuhkan nutrisi sederhana untuk berkembang biak, tetapi membutuhkan komponen kompleks, misalnya Blood Tellurite Agar, Bile Agar, Serum Agar, dll.
. Media untuk peremajaan kultur
Media umum atau spesifik yang digunakan untuk peremajaan kultur
. Media untuk menentukan kebutuhan nutrisi spesifik. Media ini digunakan unutk mendiagnosis atau menganalisis metabolisme suatu mikroba. Contohnya adalah Koser’s Citrate medium, yang digunakan untuk menguji kemampuan menggunakan asam sitrat sebagai sumber karbon.
. Media untuk karakterisasi bakteri
Media yang digunakan untuk mengetahui kemempuan spesifik suatu mikroba. Kadang-kadang indikator ditambahkan untuk menunjukkan adanya perubahan kimia. Contohnya adalah Nitrate Broth, Lactose Broth, Arginine Agar.
. Media diferensial
Media ini bertujuan untuk membedakan dan mengidentifikasi mikroba berdasar karakter spesifik yang ditunjukkan pada media diferensial, misalnya TSIA (Triple Sugar Iron Agar) yang mampu membedakan bakteri anggota Enterobacteria berdasarkan perubahan / reaksi pertumbuhan pada media


Membuat Media

Nutrient Agar dan Nutrient Broth


                                                                                                                               
-      
                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembuatan Nutrient Agar
 . Timbang komponen medium dengan menggunakan timbangan analitis untuk volume yang diinginkan sesuai          dengan komposisi berikut:
. Beef extract 3 g
. Peptone 5 g
. Agar 15 g
. Akuades s.d 1000 ml
  . Akuades sebanyak 1000 ml dibagi menjadi dua, satu bagian untuk melarutkan Beef extract dan peptone dan sebagian lagi untuk melarutkan agar. Sebaiknya air untuk melarutkan agar lebih banyak
. Larutkan agar pada sebagian air tersebut dengan mengaduk secara konstan dan sambil dipanaskan . Dapat menggunakan kompor gas atau hot plate stirrer (jangan sampai overheat, karena akan terbentuk busa dan memuai sehingga tumpah).
. Sementara itu sebagian akuades digunakan untuk melarutkan peptone dan beef extract, cukup dengan pengadukan.
. Setelah keduanya larut, larutan dituangkan ke larutan agar dan diaduk sampai homogen.
Kemudian pH media diukur dengan mencelupkan kertas pH indikator. Jika pH tidak netral maka dapat ditambahkan HCl/NaOH.
.Jika ingin membuat media tegak atau miring, media langsung dituang ke tabung kemudian disterilisasi dengan autoklaf.
. Jika ingin membuat media plate agar, media dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer dan disterilisasi dengan autoklaf.                                      
. Tuang media yang sudah disterilkan ke cawan petri steril secara aseptis.

. Pembuatan Nutrient Broth
Komposisi untuk media NB sama dengan NA tetapi tidak memakai agar sebagai pemadat. Proses pembuatannyapun lebih sederhana, tinggal melarutkan peptone dan beef extract kemudian ditampung dalam labu Erlenmeyer atau tabung reaksi dan siap disterilisasi. Proses pembuatan ini tidak memerlukan panas, peptone dan beef extract akan mudah larut sempurna pada air suhu kamar jika diaduk

Pembuatan Potato Dextrose Agar (PDA)



. Timbang komponen media dengan menggunakan timbangan analitis untuk volume yang diinginkan sesuai dengan komposisi berikut:
. Potato/kentang 3 g
. Peptone 5 g
. Agar 15 g
. Akuades s.d 1000 ml
. (sebelum ditimbang, sebaiknya kentang dikupas dan diiris kecil-kecil)
. Rebus kentang dalam sebagian akuades tadi selama 1-3 jam sampai lunak, kemudian diambi ekstraknya dengan menyaring dan memerasnya menggunakan kertas saring lalu ditampung di Beaker glass ..
. Agar dilarutkan dengan Hot Plate Stirrer dalam 50 ml akuades, setelah larut dapat ditambahkan dekstrosa dan dihomogenkan lagi.
. Setelah semua larut, ekstrak kentang dan agar-dekstrosa dicampur dan dihomogenkan. Atur pH media menjadi 5-6 dengan meneteskan HCl/NaOH.
. Media dituang ke dalam Erlenmeyer atau ke tabung reaksi, kemudian siap untuk disterilisasi.

1 komentar: