Niat Ibadah

Niat Ibadah
Atas Nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Review Slide

Medical Laboratory Technology Slideshow: Budi’s trip to Surabaya, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Surabaya slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

menu

SELAMAT DATANG CALON PEMBURU

Kami menerima Anda dengan tangan terbuka untuk berbagi informasi dan pengetahuan khususnya tentang Mikroba. BERGABUNGLAH dan sumbangkan pemikiran demi kemajuan kita bersama, TULISKAN KOMENTAR, POSTING, SARAN # KRITIK KONSTRUKTIF

Lokasi Pengunjung

free counters

craftkeys

MIKROBA TAK KENAL BASA-BASI

TV One

AN TV

Selasa, 24 Agustus 2010

Pedoman Praktikum Bakteriologi

Pedoman Praktikum Bakteriologi 
Untuk Pendidikan dan Pelatihan Profesi Analis Medis / Analis Kesehatan

Oleh :
                Boedhy Rahardjo
Laboratorium Bakteriologi DIII Analis Medis Fak. Kedokteran
Universitas Airlangga Surabaya


                                                                                                                        Halaman

Daftar Isi                                                                                                                                                                                                                                       
Keselamatan Kerja                                                                                                       2
Peraturan Keamanan Laboratorium Mikrobiologi                                                          3
Review – Quiz                                                                                                              4
Teknik aseptik                                                                                                  5
Mikroskop                                                                                                                   7
Smear                                                                                                                          10
Pewarnaan                                                                                                                   20
Kultur dan Teknik Isolasi                                                                                              25
Staphylococcus                                                                                                            33
Streptococcus                                                                                                              38
Kultur Usap Tenggorokan                                                                                             45
Oksidase                                                                                                                      48
Urea                                                                                                                             50
Triple Sugar Iron Agar (TSI)                                                                                         52
Motilitas                                                                                                                       56
IMViC                                                                                                                         58
Disc Kerentanan Metode Difusi                                                                                    61
Pedoman Identifikasi diketahui                                                                          67
Referensi                                                                                                                      70













Keselamatan Kerja

Pendahuluan
Adalah sangat penting bahwa siswa mengikuti semua aturan yang ditetapkan oleh instruktur laboratorium, manajer laboratorium, atau asisten lab untuk menjamin keselamatan semua individu dalam kelas. Ketidak-taatan dalam mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan dapat mengakibatkan pemberhentian siswa dari kelas.
Laboratorium memiliki peralatan keselamatan standar tertentu. Ini biasanya termasuk keperluan umum pemadam kebakaran, obat cuci mata, perlengkapan  mandi dan   saklar untuk listrik dan outlet gas. Ini adalah tanggung jawab siswa untuk mencari dan mengetahui bagaimana  menggunakan peralatan keselamatan umum di laboratorium. Selain itu, siswa harus faham bagaimana cara  keluar dari ruangan dalam keadaan darurat, cara memanggil Keamanan Kampus, dan bagaimana untuk memperoleh pertolongan  darurat .

Laboratorium  mikrobiologi memiliki tambahan beberapa pertimbangan keselamatan. Ketika Siswa/individu bekerja dengan organisme yang potensial patogen harus diperhatikan upaya   untuk mencegah kemungkinan  terinfeksi atau transmisi organisme dari laboratorium.

Mahasiswa harus memakai pakaian pelindung (jas lab) ketika bekerja di laboratorium.

Jas Lab tidak boleh dipakai di luar laboratorium.

Sarung tangan akan disediakan dan siswa hendaknya memakai sarung tangan jika menangani kultur/biakan  .

Permukaan meja laboratorium harus didesinfeksi sebelum dan setelah digunakan 

Teknik aseptis harus diikuti saat bekerja dengan mikroorganisme.

Mencuci tangan adalah cara yang sederhana dan efektif untuk mencegah penularan penyakit.   Sabun antibakteri dapat memberikan perlindungan tambahan. Manfaat utama mencuci tangan adalah menghilangkan mikroba dari kulit. Gosokan ketika mencuci tangan adalah penting untuk menghapus  organisme dari permukaan kulit. Dengan menggunakan tissue untuk mematikan air akan mencegah kontaminasi ulang dengan mikroorganisme. Tangan harus dicuci setiap kali meninggalkan  laboratorium.  


                                                                                                                                                                                                                                                         








Peraturan Keamanan Laboratorium Mikrobiologi

  1. Semua bahan dan pakaian selain yang diperlukan untuk laboratorium harus disimpan jauh dari area kerja.
  2. Jas lab atau pakaian pelindung lainnya harus dikenakan selama di laboratorium.     Pakaian laboratorium tidak boleh dikenakan di luar laboratorium.
  3. Membersihkan meja laboratorium sebelum dan sesudah digunakan     
  4. Cuci tangan sebelum meninggalkan laboratorium.
  5. Setiap item yang terkontaminasi dengan bakteri atau cairan tubuh harus dibuang dengan benar. Item disposable(sekali pakai)  harus ditempatkan dalam wadah Biohazard.
item reusable item harus ditempatkan di wadah khusus untuk autoclaving sebelum dibersihkan. Benda tajam harus dibuang di wadah khusus.  
6        Karena organisme yang digunakan dalam praktikum ini berpotensi patogenik, teknik aseptis harus diperhatikan di sepanjang waktu. Dilarang makan, minum, memakai kosmetik atau merokok. Memipet dengan mulut   tidak diperbolehkan.  luka goresan   harus ditutupi dengan perban. Gunakan sarung tangan sekali  pakai.
7        Rambut panjang harus diikat ke belakang sewaktu di laboratorium.
8        Semua kecelakaan, luka, dan setiap gelas atau peralatan yang rusak harus segera dilaporkan kepada   instruktur lab.
9        Jauhkan semua bahan yang mudah terbakar dari Bacticinerators. Jangan meninggalkan loop atau jarum inoculating bersandar di Bacticinerator.
10    Mikroskop dan instrumen lainnya harus dirawat seperti yang diarahkan oleh instruktur.
11    Ini adalah tanggung jawab siswa untuk mengetahui lokasi dan penggunaan semua peralatan keselamatan di laboratorium (obat cuci mata, pemadam kebakaran, dll)
12      Orang yang tidak berkepentingan tidak diperbolehkan di laboratorium.
13    Pintu dan jendela harus tetap tertutup sepanjang waktu.

Untuk mendapatkan pengalaman laboratorium terbaik, baca prosedur laboratorium sebelum datang ke kelas. Bawalah catatan yang diperlukan.  

Saya telah membaca dan memahami aturan-aturan di atas dan setuju untuk mengikutinya   



Tanggal   _________________

Nama       _________________


Tandatangan_______________












Review- Quiz

Pertanyaan Evaluasi Keselamatan

1. Daftar semua pintu keluar darurat dari laboratorium.

2. Jelaskan bagaimana Anda akan mencapai Keamanan Kampus.

3. Jelaskan bagaimana Anda akan mendapatkan bantuan medis darurat.

4. Apa pakaian pelindung harus dikenakan selama di lab?

5. Apakah yang dimaksud dengan   mencegah penularan penyakit secara sederhana dan efektif  ?

6. Apa peralatan keselamatan umum yang ditemukan di laboratorium?

7. Di mana lokasi pemadam kebakaran  terdekat  ?

8. Apa yang Anda butuhkan untuk dibawa ke meja laboratorium  ?

9. Bagaimana Anda membuang bahan yang mungkin terkontaminasi dengan bakteri?

10. Bagaimana Anda membuang slide yang patah  ?    

11.Meja laboratorium Anda baru saja didesinfeksi  . Di mana Anda membuang tisu yang anda
     gunakan?

12. Setelah mencuci tangan, di mana Anda membuang tisu Anda?

13. Ketika membuang materi yang terkontaminasi untuk digunakan kembali di mana Anda
      meletakkannya? Untuk itu Apa yang harus dilakukan   sebelum dibuang?

14. Apa yang harus Anda lakukan sebelum Anda meninggalkan lab? Buat Daftar tugas/kegiatan!




















Teknik aseptik

Bekerja dengan kultur murni.
Sebuah kultur murni terdiri dari hanya satu jenis mikroorganisme. Kadang-kadang juga digunakan kultur campuran  . Dalam kultur campuran ada dua atau lebih organisme yang berbeda karakteristiknya.. Dan mungkin juga terdapat organisme yang tidak diinginkan yang disebut sebagai kontaminan.

Teknik aseptis merupakan metode untuk mencegah masuknya kontaminan  ke dalam suatu lingkungan. Ketika mengganti perban luka, teknik aseptik digunakan untuk mencegah kemungkinan infeksi. Ketika bekerja dengan kultur mikroba, teknik aseptik   ini digunakan untuk mencegah  organisme asing   ke dalam kultur/biakan.
Mikroorganisme berada di mana-mana , maka ketika berurusan dengan biakan mikroba  adalah sangat penting untuk menangani mereka sedemikian rupa sehingga terjadinya kontaminasi dapat dicegah
Mikroorganisme dapat ditemukan di permukaan dan mengambang di udara sekitar kita,  Oleh karena itu pintu dan jendela   laboratorium harus tertutup   untuk mencegah arus udara yang mungkin membawa organisme kontaminan
Loop dan jarum disterilkan sebelum dan setelah digunakan   untuk mencegah organisme yang tidak diinginkan. Media Agar Plate digunakan dengan cara  meminimalkan eksposur permukaan terhadap lingkungan. Ketika membuka tutup dari tabung, tutup harus tetap berada di tangan dan tidak boleh diletakkan di meja selama transfer material dari satu tabung ke tabung lainnya.
Teknik-teknik di atas merupakan dasar dari teknik aseptis laboratorium.
 
Prosedur Laboratorium

Petunjuk Umum
1. Siswa   bekerja dalam kelompok.
Bahan / Peralatan
2  Media Agar Darah  per siswa atau per kelompok
                Spidol
Petunjuk
1. Beri label dengan  menulis di sisi petridish, bukan pada tutupnya.  
2. Ambil satu Media Agar Plate, beri/tandai dengan garis tengah sedemikian rupa sehingga kita 
     peroleh dua area. Beri label “kotor” pada satu sisinya, dan sisi yang lain beri label “bersih”
    Buka tutup petridish dan sentuhkan secara  lembut ujung jari Anda ke agar pada sisi berlabel
    "kotor"   Ganti tutupnya, Kemudian Cuci tangan atau membersihkan tangan dengan pembersih  
     tangan dan sentuhkan lembut ujung jari Anda ke agar pada sisi berlabel "bersih"   
3. Ambil satu plate agar per siswa dan bagi menjadi empat kuadran. Label kuadran "1", "2", "3",
     dan "4".
4. Kenakan sarung tangan dan mencoba menyentuh permukaan sesedikit mungkin.  
5. Buka tutup dari plate agar Anda dan sentuhkan dua jari kanan Anda pada media agar dalam
    kuadran 1.
6. Ganti tutup pada plate agar dan sentuhkan dua jari tangan kanan Anda ke telapak tangan kiri
    siswa lain dalam kelompok Anda.
7. Buka tutup dari plate agar Anda dan sentuhkan dua jari kanan Anda pada media agar  dalam
    kuadran 2.
8. Ulangi langkah 6 dan 7 dengan dua siswa lain dalam kelompok Anda dan sentuhkan dalam
    kuadran 3 dan 4.
9. Hati-hati membuka sarung tangan dan buang dalam wadah Biohazard. Cuci tangan Anda.
10. Ganti tutup dengan  label "buka"  . masukkan ke dalam inkubator.
11. Pada periode berikutnya lihat adanya pertumbuhan mikroorhganisme, catat hasil pengamatan.
12. Buang semua media agar dalam wadah Biohazard.   


Kesimpulan
1. Jelaskan pertumbuhan pada Plate Agar berlabel "Buka".
2. Adakah organisme yang ditemukan di udara? Hasil apa yang mendukung kesimpulan Anda?
3. Catat hasil  pada   bagan di bawah ini.

Area Plate                              Hasil

"Kotor"

"Bersih"

4. Apa dampak tidak cuci tangan terhadap mikroorganisme? Bilamana Anda pernah menyentuh  
    permukaan steril?


5. Catat hasil dari Plate Agar  kedua Anda yang diinokulasi dengan sarung tangan pada
bagan di bawah ini.
Kuadran                      Hasil
1
2
3
4


6. Satu orang dalam kelompok Anda telah diusap mikroorganisme oleh sarung tangan mereka.   
 . Dari hasil yang diamati Anda dapat   menentukan siapa yang memiliki sarung tangan yang 
   "terkontaminasi" ?

7. Kesimpulan apa yang dapat Anda ambil dari data mengenai di mana mikroba dapat ditemukan  
   dalam lingkungan?   





















Mikroskop
Pendahuluan
Mikroorganisme terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang sehingga mikroskop harus digunakan untuk memvisualisasikan organisme ini. Menggunakan  mikroskop tidaklah sulit   meskipun memerlukan beberapa latihan untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan dalam menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan kita secara maksimum. Bakteri dan mikroorganisme selular lainnya diukur dalam mikrometer (μ m) atau 1 x 10 pangkat (-6) meter. Virus bahkan lebih kecil dan diukur dalam nanometer (nm) atau 1 x 10 pangkat (-9) m.
Saat membawa mikroskop harus selalu menggunakan kedua tangan. Salah satu tangan memegang   lengan mikroskop dan satu harus berada di bawah/menyanggah dasar mikroskop.

Diskusi
Ada beberapa jenis mikroskop tetapi hanya satu yang digunakan dalam laboratorium ini adalah
mikroskop senyawa atau mikroskop medan-terang. Merk mikroskop  bervariasi  tergantung pada pabrik tetapi semua mikroskop memiliki fitur dasar yang sama.


Fitur Mikrosdop Cahaya :
1. Nosepiece
2. Stage Adjustment Knob
3. Ocular
4. Objectives
5. Arm
6. Base
7. Stage
8. Iris Diaphragm
9. Coarse Adjustment.Knob
11.Fine Adjustment Knob
12,.Light Source

Mikroskop ini dikenal sebagai mikroskop senyawa karena ada dua lensa pembesar mikroskop. Salah satu lensa pembesar di okular dan satu di Obyektif. Masing-masing memberikan kontribusi untuk perbesaran objek,   total perbesaran dari setiap set lensa ditentukan dengan mengalikan perbesaran Obyektif dengan  perbesaran   okular.   nosepiece memungkinkan kita untuk    mengubah perbesaran mikroskop.
Stage adalah tempat dimana slide diletakkan. Tombol-tombol penyesuaian stage memungkinkan
slide dapat digeser dengan mudah. Cahaya memberikan penerangan untuk obyek. Jumlah cahaya yang mencapai diafragma   dapat dibuka atau ditutup dengan menggunakan tuas yang terletak  tepat di bawah stage. Perbesaran mikroskop yang semakin tinggi memerlukan pencahayaan yang semaikin terang   Terlalu banyak cahaya pada perbesaran rendah menyebabkan obyek kurang jelas dilihat, terutama sesuatu yang kecil seperti sel bakteri.
Tombol-tombol penyesuaian Kasar (makrometer)dan halus (mikrometer)    digunakan untuk memperoleh fokus pada spesimen/obyek.  
 Ada ruang antara objektif dan slide. Ruang ini  dikenal sebagai  jarak kerja.  
Kemampuan untuk melihat mikroorganisme menggunakan mikroskop dibatasi oleh kekuatan resolusi mikroskop. Kekuatan resolusi mikroskop adalah jarak dua benda harus jelas terpisah dan masih dapat dilihat sebagai yang terpisah dan berbeda. Untuk mikroskop cahaya ini resolusinya adalah 0,2 μ m. Objek lebih dekat   dari 0,2 μ m tidak akan jelas terlihat. Meningkatkan pembesaran tidak akan membuat objek lebih jelas, hanya lebih besar.
Masing-masing obyektif memiliki obyek perbesaran yang tertulis di obyektif,  perbesaran dari okular juga tertulis di okular. Magnifications/pembesaran rendah adalah digunakan untuk memeriksa dengan cepat slide untuk menemukan daerah yang tepat untuk diperiksa. Perbesaran tinggi memungkinkan pemeriksaan objek tertentu pada slide.

Periksa mikroskop dan  lengkapi tabel di bawah ini.
Obyektif         Perbesaran Obyektif            Perbesaran Okular                Total Pembesaran
Scanning
Low Power
High Power
Oil Imersi

Ketika Anda melihat melalui okuler Anda akan melihat lingkaran yang bercahaya. Ini dikenal sebagai bidang pandang atau lapangan pandang. Sambil melihat melalui mikroskop ubahlah tuas diafragma   dan perhatikan bagaimana terjadi perubahan pencahayaan. Ketika Anda memindahkan obyek untuk membuat peningkatan perbesaran,Anda akan melihat bagian kecil dari slide. Pastikan Anda memindahkan objek Anda   ke tengah lapangan pandang sebelum berpindah ke tujuan berikutnya.  

Prosedur mendapatkan Fokus
1. Ambil sebuah slide.
2. Gunakan tombol penyesuaian kasar (makrometer) untuk mendapatkan jarak kerja maksimum   
3. Tempatkan slide di stage. Slide harus sesuai dengan pemegang slide dan jangan ditempatkan di 
     bawah pemegang slide. Tahap penyesuaian menggunakan tombol penggeser untuk menggeser
     slide   
4. Putar obyektif daya rendah (10x)   
5. Gunakan tombol penyesuaian kasar(makrometer) untuk mendapatkan jarak kerja minimum.
Latihlah kebiasaan melihat dan melakukan proses ini untuk memastikan supaya   objektif  tidak menyentuh slide dan mematahkannya.
6. Lihat melalui okular. Sesuaikan cahaya dengan diafragma , gunakan tuas diafragma jika  diperlukan. Perlahan-lahan putar kenop penyesuaian kasar (makrometer) sampai sesuatu bayangan datang ke fokus. Gunakan tombol penyesuaian halus (mikrometer) untuk mempertajam fokus.
7. Gunakan tombol penyesuaian  penggeser  untuk menemukan area obyek yang Anda inginkan  . Pindahkan slide sampai objek yang   diperiksa berada di tengah lapangan pandang.
8. Putar Obyektif daya tinggi . Gunakan tombol untuk penyesuaian halus (mikrometer) untuk mempertajam fokus. Jangan gunakan tombol penyesuaian kasar (makrometer). Atur cahaya
menggunakan tuas diafragma   jika perlu.
9. Putar objek daya tinggi (100 X). Tuangi setetes minyak imersi pada slide,   kemudian putar objektif dengan tepat dan benar sedemikian rupa sehingga  harus tenggelam dalam minyak immersi pada slide. Gunakan tombol penyesuaian   untuk mempertajam fokus. Sesuaikan cahaya menggunakan tuas diafragma   jika diperlukan.
10. Ketika selesai melihat slide  gunakan tombol penyesuaian kasar   untuk memaksimalkan   jarak kerja dan  angkat slide dari stage  jika Anda ingin melihat slide lain, atau proses telah selesai.
Jika Anda telah selesai dengan mikroskop  bersihkan mikroskop dan kembalikan ke tempat penyimpanan.
  
Prosedur untuk Pembersihan sebuah Microscope

1.  Matikan lampu dan cabut kabelnya.   
2.  Gunakan tombol penyesuaian kasar untuk mendapatkan jarak kerja maksimum   dan hilangkan
     slide dari stage.
3. Gunakan kertas lensa untuk membersihkan   semua lensa,    dimulai dengan pertama-okular,
     lalu lensa obyektif pembesaran rendah sampai tinggi.
4.  bersihkan minyak yang mengotori stage menggunakan Kimwipes atau tissue
5. Putar lensa obyektif ke tempatnya. Gunakan tombol untuk penyesuaian kasar (makrometer)
    untuk memperoleh jarak kerja minimum   
6. Kembalikan  mikroskop pada tempat penyimpanan yang sesuai.


Review Pertanyaan
Label gambar mikroskop.
Definisikan :
Lapangan pandang
Jarak kerja
Katakan fungsi dari masing-masing berikut.
Makrometer
Mikrometer
Diafragma  
Unit pengukuran apa yang digunakan untuk mengukur bakteri?
Bagaimana Anda menentukan perbesaran total satu set lensa?   
Jelaskan proses untuk mene mukan fokus pada slide.
Jelaskan bagaimana benar bersih mikroskop.


Smear

Pendahuluan
Pemeriksaan mikroskopis mikroorganisme adalah tehnik identifikasi yang sangat berharga.  Untuk melihat mikroba  perlu untuk mempersiapkan slide dari organisme.
Slide atau Preparat mikroskopis dapat bersifat  sediaan basah atau sediaan yang dicat.   
Wet mounts (sediaan basah) adalah menempatkan sel-sel dalam setetes air, menutupnya dengan  coverslip dan melihat materi di bawah mikroskop. Dalam mikrobiologi,  sebagian besar organisme  adalah bakteri yang kecil dan sulit dilihat jika tanpa dicat. Untuk dapat melihat satu sel per lapangan pandang minyak immersi,  harus ada  sedikitnya 500.000 sel per mililiter.   
Membuat sediaan /slide adalah proses mengambil kuman hidup, disuspensi/ditambah air, diusapkan dan ditipiskan  di atas kaca obyek, dikeringkan, difiksasi dengan panas api, kemudian dicat. Jumlah sel yang akan dibuat sediaan harus diperhitungkan, karena bila terlalu sedikit organisme maka akan sulit untuk menemukan mereka, dan bila terlalu banyak organisme akan menyulitkan kita untuk melihat sel-sel individual sehingga sulit dalam menentukan morfologi atau bentuk.

Prosedur Laboratorium

Petunjuk Umum
1. Siswa bekerja secara individu.
2. Untuk mensterilkan suatu loop atau jarum inoculating memasukkan loop atau jarum ke dalam Bacticinerator
    dan perhatikan. Harus menyala merah selama tiga detik. Jika tida ada Bacticinerator, gunakan bunzen atau
    nyala api lampu spirtus untuk membakar/mensterilkan loop/ose.Loop dan jarum tidak boleh disandarkan pada
    Bacticinerator.  Loop   atau jarum harus didinginkan sebelum menyentuh koloni bakteri.   
3. Buka tutup dari botol atau tabung secara aseptik, pegang tutupnya dengan jari kelingking  .  Jangan  
     meletakkan tutup di atas meja tetapi tetap di tangan Anda sambil mengambil/memindahkan materi dari botol
    atau tabung. Tutup kembali  botol atau tabung dengan memutar botol atau tabung, kencangkan tutupnya.    

Bahan / Peralatan
Gelas bersih slide
                Biakan murni dari Staphylococcus aureus dan E. coli
Inoculating loop
Bacticinerator
Laboratorium marker

Petunjuk
1. Kaca slide harus relatif bersih dan bebas lemak. Slide yang tidak tampak bersih dapat dicuci sabun dan air dan
    dikeringkan dengan tissu. Label   slide di salah satu ujung.   
2. sterilkan inoculating loop. Secara Aseptik buka tutup tabung berisi air dan ambil dengan memakai loopful air dari
    tabung. Tutup kembali tabung..
3. Ketukkan  loopful yang membawa air tersebut ke pusat  salah satu slide yang berlabel
4.  sterilkan loop.
5. Ambil biakan murni dari media agar slant . Secara Aseptik buka tutupnya. Masukkan loop yang  steril ke dalam tabung
    secara berhati-hati supaya tidak menyentuh bibir tabung. Sentuhkan loop ke  permukaan agar. JANGAN menggores atau
    menggali ke dalam agar. Keluarkan loop dan   tutup kembali tabung.
6. Campur  kuman yang menempel pada loop dengan setetes air   tepat pada pusat slide berlabel  Ratakan pada permukaan
    slide  campuran antara bakteri dan air. Semakin tipis sediaan itu akan semakin cepat kering.
7. Biarkan smear kering di udara   
8. Panaskan   slide dengan cara melewatkan  di bagian atas Bacticinerator  sebanyak 10 X
9. Slide siap untuk dicat. Atau mungkin disimpan sampai waktu yang dibutuhkan.
10. Ulangi langkah 2-8 untuk membuat dua sediaan Staphylococcus aureus dan dua sediaan E. coli. Simpan slide slide
    dalam kotak untuk digunakan di masa depan  









Direct Smear
                    
Jika spesimen diambil dengan menggunakan                 Jika spesimen berupa cairan/suspensi, teteskan
swab lidi kapas, gelindingkan swab di atas                                     atau ambil dengan loop/ose steril, tipiskan,lalu
object glass yang bersih., biarkan mengering.                                biarkan mengering.
                 .
Untuk  kedua hal tersebut di atas, specimen  difiksasi dengan melewatkan obyek glass /slide diatas api (flaming) 2 sampai 3 kali.  

Review Pertanyaan Smear   
1. Jelaskan dua persiapan yang dapat digunakan untuk mengamati mikroorganisme.
2. Apa tujuan fiksasi panas?
3. Garis besar prosedur untuk membuat sediaan?
4. Mengapa   slide yang digunakan dalam membuat smear harus bebas lemak  ?
5. Apakah perlunya  menggunakan air steril saat membuat sediaan? Mengapa atau mengapa tidak?
6. Jelaskan dua alasan untuk tidak menyangga inoculating loop dan jarum di Bacticinerator selama
    sterilisasi.
7. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mensterilkan suatu inoculating loop atau jarum?
8. Ketika membuka   tutup tabung menggunakan teknik aseptis, apa yang Anda lakukan dengan
    tutupnya?   

Pewarnaan
Pendahuluan
Bakteri memiliki indek bias hampir sama dengan indeks bias air. Ini berarti ketika Anda mencoba melihat dengan menggunakan mikroskop mereka terlihat sebagai samar-samar, abu-abu   dan sulit untuk dilihat. Sel yang diwarnai membuat mereka lebih mudah untuk dilihat.
Pewarnaan sederhana hanya menggunakan satu pewarna  . Pewarnaan  diferensial menggunakan dua atau lebih pewarna dan dapat mengkategorikan kelompok sel
Kedua teknik pewarnaan tersebut memungkinkan dalam deteksi morfologi sel, atau bentuk, tapi pewarnaan  diferensial memberikan  informasi tambahan tentang sel. Pewarnaan diferensial yang umum  digunakan dalam mikrobiologi adalah Pewarnaan Gram.
Bakteri mempunyai tiga bentuk dasar atau morfologi . Sel bulat dikenal sebagai cocci, sel-sel bacilli berbentuk batang, dan sel-sel berbentuk spirilla yang spiral.

Prinsip
Pewarnaan Sederhana  : Cat yang sederhana terdiri dari satu pewarna. Cairan melekat pada sel  dan mewarnai dinding sel sehingga memudahkan untuk dilihat.
Gram Stain:    Gram stain adalah pewarnaan diferensial  . Empat reagen yang berbeda digunakan dan hasilnya  didasarkan pada perbedaan dalam dinding sel bakteri. Beberapa bakteri memiliki dinding sel yang relatif tebal terutama terdiri dari karbohidrat yang dikenal sebagai peptidoglikan. Sel-sel bakteri lainnya berdinding sel lebih tipis   terdiri dari peptidoglikan dan lipopolysaccharides. Peptidoglikan tidak larut dalam non polar atau pelarut organik seperti alkohol atau aseton, tetapi  lipopolysaccharides nonpolar   akan larut dalam pelarut organik nonpolar.   
Kristal violet bertindak sebagai cat utama. Cat ini juga dapat digunakan sebagai pewarna sederhana  karena dapat mewarnai dinding sel bakteri apapun. Gram's iodine bertindak sebagai mordant. Reagen ini bereaksi dengan kristal violet dan menghasilkan komplek kristal besar yang tidak mudah tercuci keluar dari sel. Pada titik ini dalam proses pewarnaan semua sel akan berwarna sama. Perbedaan dalam struktur dinding sel dapat dilihat setelah penggunaan larutan aseton dan alkohol sebagai decolorizer.  . Yang tidak terpengaruh oleh decolorizer adalah dinding sel yang terutama terdiri dari peptidoglikan tetapi mereka yang mengandung komponen lipid akan larut dan menimbulkan lubang-lubang besar  dalam dinding sel akibat hilangnya lipid oleh aseton dan alkohol. Lubang besar ini akan memungkinkan kompleks kristal yodium ungu- tercuci dan lepas keluar dari sel,  menyebabkan  sel menjadi tidak berwarna. Sebuah counterstain, safranin, yang dituangkan ke sediaan akan mewarnai sel-sel tidak berwarna tadi.
Sel-sel yang mempertahankan Cat  utama akan berwarna biru atau ungu dan dikenal sebagai Gram positif. Sel-sel yang dapat diwarnai dengan counterstain akan tampak merah muda atau merah dan
dikenal sebagai Gram negatif.   Lypopolysaccharide dari sel Gram negatif juga bertindak sebagai endotoksin.   Endotoksin inilah  yang dilepaskan ketika sel mati dan bertanggung jawab terhadap terjadinya  demam dan   perasaan umum yang tidak enak yang menyertai infeksi oleh Gram negatif.  

Membuat laporan pewarnaan Gram :
Amati dengan cermat bentuk sel (bulat atau batang), warna Ungu atau merah) dan bila perlu susunannya (berderet atau bergerombol atau diplo).    Morfologi sel yang bulat, ungu (biru), maka  sel-sel akan dilaporkan sebagai Cocci Gram Positif,  dan bila berbentuk batang, ungu (biru), sel-sel akan dilaporkan sebagai Basil Gram positif

 Ada singkatan standar yang dapat digunakan untuk laporan ini.

GPC    Gram positif cocci
GNC   Gram negatif cocci
GPB    Gram positif  basil
GNB   Gram negatif  basil

Bakteri Berbentuk spiral   tidak bisa diwarnai dengan   Pewarnaan Gram   dan biasanya dilihat dengan  menggunakan mikroskop medan-gelap. Tidak ada standar Pewarnaan Gram  untuk  spirilla.

Prosedur  Pewarnaan Sederhana

Bahan
Sediaan kuman
Methylene biru, kristal violet, atau Safranin  untuk digunakan sebagai pewarna sederhana  
Kertas tissu atau kertas saring
Alat
Mikroskop
            Baccinerator
            Loop/Ose
1. Tutup label pada slide dengan selotip.
2. Letakkan slide pada rak dan tuangi slide dengan pewarna selama 1 menit   
3. Bilas slide dengan air keran, miringkan  slide , biarkan sediaan mengering, atau
4. Tempatkan selembar kertas atau kertas saring  di meja laboratorium dan letakkan slide
    diatasnya. Lipat kertas di atas slide dan dengan lembut  hilangkan air dari slide
5. Memeriksa sediaan di bawah mikroskop cahaya  dan catat hasil

Morfoligi sel bakteri
      Cocci                                 Basil                            Spirilla

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar